SELAMAT DATANG DI BLOG YANG KAYA AKAN ILMU ANALISIS ALAM

Minggu, 24 Juli 2011

Kegiatan P2KM UNSIL

P2KM yang merupakan kepanjangan Program Pemantapan Kaderisasi Mahasiswa ini salah satu kegiatan wajib yang diikuti seluruh mahasiswa Universitas Siliwangi (UNSIL) khususnya saya yang masuk ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Saya merupakan mahasiswa tingkat satu angkatan 2010 yang memilih Program Studi Pendidikan Biologi ini merasa sangat terkesan dengan kegiatan P2KM ini.

Awalnya sangat terasa terpaksa mengikuti kegiatan ini karena sehabis UTS Semester satu biasanya kita diberi tenggang waktu untuk berlibur disini kami malah di gembleng mengikuti Pelatihan Karya Tulis dengan pemateri yang berkompeten di bidang Karya Tulis Ilmiah tentunya. Kegiatan Pelatihan Karya Tulis merupakan pembekalan dasar mahasiswa untuk membuat suatu karya tulis, yang selanjutnya diaplikasikan ke kegiatan Program Pemantapan Kaderisasi Mahasiswa dan karya tulis yang harus mahasiswa buat yaitu membuat MAKALAH.

Disini penulis akan memberi contoh makalah yang bisa di lihat dan di download kepada pembaca sebagai acuan pembuatan makalah. Apabila ditanya tentang sistematika penulisan biasanya kita mengacu kepada pemateri dari kegiatan Pelatihan Karya Tulis (PKT). Tanpa banyak basa basi silahkan lihat contoh Covernya terlebih dahulu download silahkan klik disini
Bagaimana bagus tidak... heum bagus dan tidak nya tentunya bukan dari covernya kan... tetapi isi atau esensi yang kita paparkan dalam makalah tersebutkan...?
Ini isi makalah penulis ketika mengikuti Program Pemantapan Kaderisasi Mahasiswa ISI MAKALAH silahkan download disini
Begitu lah makalah penulis apabila ada kesalahan silahkan komentari pada blog penulis...!!!
Owh, iya kalo ditanya tentang bagaimana acara tersebut maka penulis akan menjawab pokoknya seru dan banyak canda tawa yang tertuang di dalam acara tersebut!!!

Sabtu, 23 Juli 2011

Penyakit Cacat Yang Tidak Terpaut Kromosom Seks

CACAT DAN PENYAKIT MENURUN YANG TIDAK TERPAUT KROMOSOM SEKS
Penyakit cacat merupakan kelainan pada manusia yang disebabkan oleh gen yang terdapat pada autosom atau gonosom. Penyakit menurun memiliki ciri-ciri antara lain tidak dapat disembuhkan, tidak menular, dan biasanya dikendalikan oleh gen resesif.
Penyakit menurun ada yang terpaut kromosom seks dan ada yang tidak terpaut kromosom seks. Contoh penyakit menurun atau cacat yang tidak terpaut kromosom seks adalah albino, polidaktili, thalassemia, fenilketunoria, dll.
Menurut Oman Karmana (2007:136) albino merupakan kelainan yang terjadi pada warna kulit dan organ tubuh lainnya. Kelainan ini disebabkan tubuh seseorang tidak mampu membentuk enzim pengubah asam amino tirosin menjadi 3,4 dihidroksin fenilanin yang selanjutnya akan diubah menjadi pigmen melanin. Oleh karena itu, orang albino tidak memiliki pigmen melanin sehingga rambut dan badannya putih.
Orang yang memiliki cacat albino biasanya mempunyai penglihatan yang sangat peka terhadap cahaya. Hal ini disebabkan iris matanya tidak memiliki pigmen. Gen albino dikendalikan oleh gen resesif a. Orang normal kemungkinan memiliki genotipenya Aa atau AA, sedangkan orang albino bergenotipe aa.
Menurut Suryo (2001:11) polidaktili merupakan penderita yang memiliki jumlah jari tangan dan kaki lebih banyak dari orang normal. Polidaktili adalah kelainan yang diwariskan oleh gen autosom dominan P, sedangkan gen p untuk normal. Oleh karena kelainan ditentukan oleh autosom, ekspresi gen yang terjadi akan berbeda sehingga lokasi tambahan jari pun akan berbeda.
Menurut Oman Karmana (2007:139) thalassemia merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh rendahnya kemampuan pembentukan hemoglobin karena terjadi gangguan pada salah satu rantai globin. Sintesis ini terhalang pada transkripsi mRNA ketika menerjemahkan globin. Hal ini menyebabkan eritrosit dalam mengangkut oksigen sangat rendah (anemia).
Menurut Suryo (2001:286) Fenilketonoria adalah kelainan pada manusia sehingga tidak mampu melakukan metabolisme fenilalanin. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penimbunan asam amino dalam darah yang kemudian dibuang melalui ginjal bersama urin. Fenilalanin merupakan asam amino esensial yang tidak dapat dibuat dalam tubuh, melainkan hanya di dapat dari makanan.
Orang yang menderita fenilketonuria memiliki mental terbelakang dan IQ yang rendah. Penderita fenilketonuria biasanya memiliki ciri-ciri antara lain mata biru, berambut putih dan kulitnya mirip albino. Penderita fenilketonuria sering menderita penyakit kulit dan cacat mental. Fenilketonuria diturunkan secara resesif oleh gen ph. Sementara itu, sifat normal diturunkan oleh gen Ph.

Kamis, 14 April 2011

Jati Diri Remaja

REMAJA
Jati Diri Remaja



S
etiap remaja harus mempersiapkan diri sebagai khalifah Allah. Mereka harus mempunyai tujuan dan kesungguhan sebagi insan yang taat dan kreatif. Tujuan hidup yang bercanggah dengan kehendak agama hendaklah disemai kedalam diri seorang remaja, jika mereka mau berjaya dan maju sebagai generasi yang cemerlang dan diberkati.
  1. Keyakinan Agama dan nilai murni remaja
Keinginan remaja terhadap sesuatu kadang-kadang tidak dapat dipenuhi, karena dihalangi oleh ketentuan agama dan adat kebiasaan ditengah masyarakat. Pertentangan antara keinginan remaja dengan keinginan agama ini menyebabkan jiwa remaja memberontak dan berusaha menepis kenyataan itu menurutkan kata hatinya. Remaja yang berakhlakul mulia dan mempunyai lingkungan keluarga yang menjalankan perintah agama, maka perkara ini dengan mudah mereka hadapi. Namun bagi remaja yang telah terlanjur melaksankan sesuatu yang berlawanan denagn perintah agama hendaklah berusaha memperbaiki diri agar tidak senantiasa terlena dengan sesuatu pengaruh dan kenikmatan yang bersifat sementara.
  1. Penyesuian Diri Remaja
Penyesuaian diri terhadap orang lain dan lingkungan sangat diperlukan oleh setiap orang, terutama dalam usia remaja. Karena pada usia ini, remaja banyak mengalami kegoncangan dan perubahan dalam dirinya.
Remaja yang mampu menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungannya memiliki ciri-ciri seperti suka bekerja sama dengan orang lain, simpati, mudah akrab, disiplin, dan lain-lain. Sebaliknya bagi remaja yang tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan orang lain atau lingkungannya mempunyai ciri-ciri seperti suka menonjolkan dirinya, suka menipu, suka bermusuhan, egoistik, merendahkan orang lain, buruk sangka dan masih banyak yang lainnya. Jika kebetulan remaja belum mampu menyesuaikan diri dengan cara yang lebih baik, maka berusahalah kearah pembinaan akhlak yang mulia, maka insya allah suatu saat nanti kita akan mampu. Seorang remaja jangan lekas putus asa dan patah hati dalam mengahadapi kehidupan ini jika ingin lebih sukses dan cemerlang di masa yang akan datang.
  1. Pengendalian Diri
Remaja memerlukan pengendalian diri karena remaja belum mengetahui pengalaman yang memadai dalam perkara ini. Masa remaja banyak menyentuh perasaan seorang remaja sehingga menimbulkan jiwa yang sensitif dan peka terhadap diri dan lingkungannya. Perkembangan ini ditandai dengan cepatnya fisikal dan seksual. Remaja yang merasakan bahwa fisiknya sudah bersikap orang dewasa maka mereka itu harus memahami bahwa anggapannya itu hanya sekedar imitasi atau peniruan.
Untuk itu remaja harus pandai mengendalikan dir dalam menghadapi duniayang penuh dengan pancaroba dan gejolak ini. Hindarilah diri yang hanya mengikuti kehendak hati, tapi gunakanlah fikiran agar setiap keputusan yang diambil benar-benar mengikuti citarasa, ibu, bapak, masyarakat, dan agama.
  1. Rasa Kebebasan Remaja
Pada usia remaja sangat memerlukan kebebasan emosional dan material. Kematangan dalam bidang fisik atau tubuh mendorong remaja terlepas dari emosi ibu, bapak, dan keluarganya.
Remaja yang beriman akan mengerti bahwa rasa kebebasan yang timbul dari dalam bukan selamanya harus dituruti, tetapi harus diatasi dengan cara yang bijaksana. Memang betul dalam satu aspek remaja memerlukan kebebasan untuk menentukan keputusan, namun dari aspek lain remaja masih memerlukan orang tua untuk membimbing dan tunduk kepadanya. Jadi, berfikirlah secara positif agar tuntutan dalam diri tidak mengalahkan tuntunan dan kehendak mulia orang tua terhadap diri anaknya. Jika ini dapat diatur secara efektif maka tidak timbul konflik kejiwaan dalam diri seorang remaja.
  1. Kehidupan Sosial Remaja
Remaja sangat memerlukan pendekatan agar kehadirannya dapat diterima oleh orang-orang yang ada dalam lingkungannya, dirumah, disekolah maupun didalam masyarakat dimana ia tinggal. Rasa diterima oleh semua pihak ini menyebabkan remaja semakin merasa aman, karena ia merasa bahwa ada dukungan dana ada perhatian terhadap dirinya. Perkara ini merupakan motivasi yang baik bagi diri remaja untuk lebih berjaya dalam mengahadapi kehidupannya.
Penerimaan masyarakat terhadap diri seseorang berperan dalam mewujudkan kematangan emosi. Pada umumnya, remaja sangat peka terhadap pujian dan caci maki disekitarnya sehingga menyebabkan remaja mudah tersinggung. Jika terjadi remaja hendaklah memahami bahwa tidak semua manusia itu dalam keadaan serba baik kemungkinan perbuatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar itu dapat mendorong kita lebih matang dalam menghadapi masalah remaja juga harus menyadari, kemungkinan juga cacian dan celaan itu timbul karena kesalahan diri pihak remaja sendiri. Bagi remaja yang beriman akan menghadapi suasana sosial semacam ini dengan lebih tenang, sabar, sehingga ia akan menjadi remaja yangh berhasil dan cemerlang.